Selasa, 24 April 2012

Kekuatan Ekonomi di atas Kaki Sendiri

Seharusnya ekonomi itu utamanya bersandar pada nilai-nilai budayanya. Spt Cina, punya budaya benang-jarum, sampai sekarang bangsa Cina masih punya andalan produk-produk pakaian sampai handuk yang dikenal luas dunia paling baik mutunya dan murah. Sejak dulu sampai sekarang Cina ibaratnya masih menguasai niaga jalur sutera. Lha Indonesia itu punya budaya rumah panggung, penghormatan thd ruang ekosistem, artinya kesuburan lahan untuk agraria. Rumah panggung awal peradaban nenek moyang Indonesia, tetapi telah diintervensi oleh budaya-budaya lain, bangun candi, benteng ala Portugis dan Belanda, rumah loji, rumah joglo(masih mending kalo rumah kayu), bahkan Soekarno sendiri seorang arsitek kurang respek terhadap budaya rumah panggung. Sekarang ini tulangpunggung ekonomi rakyat hancur, lahan sudah terlanjur rusak, rakyat jadi TKI, dll. Masih untung ada budaya perahu Pinisi, sebagian masyarakat kita (orang Bugis) masih bisa niaga antar pulau-pulau besar dan kecil yang ribuan jumlahnya, mempererat persatuan bangsa.

Jika kita menhargai budaya sendiri, berarti kita memiliki jati diri bangsa. Kita tidak mudah dilecehkan oleh bangsa lain, atau diombang-ambingkan oleh perjalanan waktu/sejarah.